Minggu, 12 Mei 2013

Apel K3 dan Adipura Tingkat Kota Bekasi

Sabtu (11/5) pagi, Pemerintah Kota Bekasi menggelar Apel Bersama Program K3 (Kebersihan, Keindahan dan Ketertiban) lingkungan dan penghijauan, di Lapangan Multi Guna, Bekasi Timur, Kota Bekasi.

Apel yang dilaksanakan dalam rangka mewujudkan Kota Bekasi yang bersih dan ramah lingkungan ini diikuti seluruh aparatur Pemerintah SKPD, Dinas dan Intansi se-Kota Bekasi.

Secara simbolis Program K3 tahun 2013-2014 diawali dengan pemberian sejumlah alat kebersihan dan pohon penghijauan kepada beberapa Camat, kemudian dilajutkan dengan penanaman pohon penghijauan oleh Walikota Bekasi Dr H Rahmat Effendi dan Wakil Walikota Bekasi H Ahmad Syaikhu di lapangan Multi Guna Bekasi.

Kemudian, Walikota, seusai melakukan penanaman pohon di beberapa titik di lapangan Multi Guna, mengatakan, dengan melaksanakan program K3 di beberapa titik indikator dan di seluruh wilayah di Kota Bekasi, mudah-mudahan cita-cita Kota Bekasi menjadi kota yang bersih, indah, sehat dan nyaman terwujud dan tentunya meraih piala Adipura pada tahun 2013-2014 ini.

sumber :

Kamis, 09 Mei 2013

Launching BMKLA dan Pencanangan BKH

Launching Bekasi Menuju Kota Layak Anak (BMKLA) dan Pencanangan Bekasi Kota Hijau (BKH), berlangsung di Taman Alun-Alun, Kota Bekasi (Rabu, 08/05/2013). dalam rangka program 120 hari kerja Walikota dan Wakil Walikota Bekasi dan untuk mensosialisasikan kepada seluruh elemen masyarakat bahwa Kota Bekasi memiliki komitmen kuat dalam pemenuhan hak-hak anak serta menghimbau agar menanam pohon di halaman rumah, lahan kosong dan bantaran sungai sebagai upaya mengurangi laju pemanasan global.

Hadir dalam launcing tersebut berbagai pihak diantaranya Wahyu Hartomo, Deputi Tumbuh Kembang Anak pada Kementrian PP& PA RI, perwakilan BKKBN dan P3APKKB Provinsi Jabar, unsur Forum Komunikasi Pimpinan Daerah (FKPD) Kota Bekasi, para kepala SKPD di lingkup Pemkot Bekasi, Tim Penggerak PKK Provinsi Jabar dan Kota Bekasi serta pemerhati anak dan tokoh masyarakat.

Launching ditandai dengan Pemukulan gong, penandatanganan prasasti peresmian rumah pintar di Kelurahan Kayuringin, Kecamatan Bekasi Selatan, penyerahan simbolis akta kelahiran anak diatas usia 1 tahun dan bantuan tanaman untuk penghijauan, dialog interaktif bersama Kak Seto Mulyadi dan penanaman pohon.

Menurut Walikota Bekasi Dr.H.Rahmat Effendi, diperlukan langkah-langkah konkret perlindungan anak sebagai upaya terciptanya kondisi yang kondusif untuk tumbuh dan berkembang secara optimal, Walikota berharap dengan dilaunchingnya Bekasi menuju kota layak anak akan mampu mencetak anak-anak yang kreatif, mandiri dan memiliki sikap yang ramah.

“Perda Nomor 12 Tahun 2012 Tentang Perlindungan Perempuan dan Perlindungan Anak, dan Keputusan Walikota Nomor 463/KEP.352-BP3AKB/VII/2012 Tentang Pembentukan Kelompok Kerja Kota Layak Anak merupakan bentuk komitmen Pemerintah Kota Bekasi terhadap perlindungan anak”, ujar Dr.H.Rahmat Effendi.

Pada kesempatan itu pula, Wahyu Hartomo, mewakili Menteri Negara Pemberdayaan Perempuan dan Perlindungan Anak Republik Indonesia menyampaikan, mendukung penuh dan memberikan apresiasi yang sangat besar atas komitmen Kota Bekasi Menuju Kota Layak Anak yang bertujuan untuk membangun sistem pembangunan anak yang lebih terintegrasi dan berkelanjutan dalam dimensi kota sehingga pemenuhan hak anak di Indonesia dapat lebih dipastikan (bekasi.go.id)


Kamis, 02 Mei 2013

Demo Damai Buruh Kota Bekasi Pada Peringatan May Day

Rabu 1 Mei 2013, Sekitar lima ribu orang buruh mendatangi kantor Wali Kota Bekasi dalam rangka peringatan Hari Buruh Internasional, bergabung dalam Federasi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Indonesia (FSBDSI).

Mereka menunut Pemerintah Kota Bekasi serius memperhatikan peningkatan kesejahteraan bagi para pekerja.
Berikut ini adalah beberapa tuntutan para buruh melalui Federasi Serikat Buruh Demokrasi Seluruh Indonesia (FSBDSI) Kota Bekasi sebagai desakan berupa permohonan, permintaan dan tuntutan kepada Pemerintah Pusat melalui Pemkot Bekasi agar 1 Mei dijadikan hari libur Nasional dengan tujuan sebagai penghormatan kepada para buruh Indonesia dan terbangunnya kemitraan dan kesetaraan antara pengusaha, pekerja dan pemerintah.
Selain itu, mereka juga menuntut pemerintah agar menghapuskan Perjanjian Kerja Waktu Tertentu (PKWT) karena dianggap tidak memanusiakan para pekerja. Mereka juga menuntut agar perbaikan infrastruktur dan komitmen Pemerintah Kota Bekasi sebagai sarana dan prasarana jalan utama dan jalan penghubung sebagai akses utama ekonomi.

"Kami juga menuntut agar Wali Kota Bekasi memperbaiki kinerja dari Dinas Tenaga Kerja yang pengawasannya kurang maksimal. Menuntut agar Pemkot Bekasi memperbaiki infrastruktur jalan menuju kawasan industri, serta kami juga menolak adanya penangguhan UMK Bekasi tahun 2013," kata Ketua DPC FSBDSI Bekasi, Subagio Hamdono di depan kantor Wali Kota Bekasi.

Aksi unjukrasa untuk memperingati May Day itu berlangsung damai dan kondusif. Dengan pengawalan ketat puluhan aparat Polresta Bekasi dan Satpol PP Kota Bekasi. Namun dampak dari aksi tersebut, ruas Jalan Ahmad Yani yang berada tepat di depan kantor Wali Kota Bekasi macet parah.Untuk mengurai kemacetan, Polresta Bekasi melakukan pengalihan arus lau-lintas.
Perwakilan buruh dari FSBDSI juga diterima Wakil Wali Kota Bekasi, H. Ahmad Syaikhu untuk berdialog. Usai berdialog, massa kemudian membubarkan diri dan bergerak menuju kantor Dinas Tenaga Kerja Kota Bekasi serta DPRD Kota Bekasi untuk menyampaikan tuntutan serupa.

Salah satu tuntutan buruh mengenai tanggal 1 Mei agar dijadikan sebagai hari libur nasional sesungguhnya telah disepakati pemerintah. Bahkan, Presiden Susilo Bambang Yudhoyono akan menyampaikan kabar gembira itu dihadapan buruh di Surabaya, Jawa Timur.(vivanews)

http://nasional.news.viva.co.id/news/read/409449-ribuan-buruh-bekasi-kepung-kantor-wali-kota